★ 7,5Indonesia 2000–2009Ada Apa dengan Cinta? (2002)Drama · 112 mntBertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya…ElshaFilm: catatan film Indonesia, 47 film nasional dalam enam label tahun dan 108 tamu dari luar
ElshaFilm lahir sebagai catatan tentang film Indonesia, dan tetap begitu. Empat puluh tujuh film nasional dari 2000 sampai 2026 berdiri di depan, disusun dalam enam label tahun seperti arsip sebuah blog. Di belakangnya ada 108 film mancanegara sebagai tamu, disusun dalam enam label genre. Tiap catatan memuat poster, label, dan beberapa baris sinopsis.
Label: enam untuk film Indonesia, enam untuk tamu
Indonesia2000 sampai 2009
Lihat semua (7)
★ 7,5Indonesia 2000–2009Ada Apa dengan Cinta? (2002)Drama · 112 mntBertemakan cinta di masa-masa SMA, Ada Apa dengan Cinta menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya…
★ 7,6Indonesia 2000–2009Laskar Pelangi (2008)Drama · 120 mntKepulangan Ikal dewasa ke kampung mengenang kembali masa kecilnya, hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadiyah. Lima tahun bersama, Bu Muslimah, Pak…
★ 6,8Indonesia 2000–2009Janji Joni (2005)Petualangan · 83 mntSeorang pria pengantar film menjanjikan seorang wanita muda yang cantik untuk mengantarkan film tepat waktu ke bioskop.
★ 6,3Indonesia 2000–2009Gie (2005)Drama · 140 mntKisah Soe Hok Gie, aktivis mahasiswa dan penulis yang kritis, serta kebangkitan pemikiran politiknya pada masa pergolakan Indonesia tahun 1960-an.Indonesia2012 sampai 2016
Lihat semua (8)
★ 6,4Indonesia 2012–2016Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016)Drama · 123 mntCinta dan Rangga, dua orang remaja yang saling mencintai terpisahkan 14 tahun yang lalu. Kini, setelah bertahun-tahun, Rangga dan Cinta mendapatkan kesempatan untuk…
★ 7,5Indonesia 2012–2016Cek Toko Sebelah (2016)Komedi · 104 mntErwin menikmati hidupnya dengan karir gemilang di usia muda, dan kekasih cantik yang tak kalah sukses, Natalie. Tapi semua jadi pelik saat Koh Afuk yang kesehatannya…
★ 7,0Indonesia 2012–20165 cm (2012)Romantis · 125 mntGenta, Arial, Zafran, Riani dan Ian adalah lima remaja yang telah menjalin persahabatan belasan tahun lamanya. Suatu hari mereka berlima merasa “jenuh” dengan…
★ 7,0Indonesia 2012–2016My Stupid Boss (2016)Komedi · 106 mntCerita tentang hubungan kerja antara Boss yang absurd dengan karyawannya. “Bossman” (Reza Rahadian) adalah orang Indonesia yang memiliki perusahaan di Kuala Lumpur.Indonesia2017 dan 2018
Lihat semua (8)
★ 7,6Indonesia 2017–2018Dilan 1990 (2018)Drama · 109 mntMilea (Vanesha Prescilla) bertemu dengan Dilan (Iqbaal Ramadhan) di sebuah SMA di Bandung tahun 1990, saat Milea pindah dari Jakarta ke Bandung. Perkenalan yang tidak…
★ 6,8Indonesia 2017–2018Aruna & Lidahnya (2018)Drama · 106 mntAruna, ahli wabah yang gemar makan, ditugaskan menyelidiki kasus flu burung di beberapa kota. Ia ditemani dua sahabatnya, seorang koki dan seorang kritikus makanan,…
★ 6,9Indonesia 2017–2018Critical Eleven (2017)Drama · 135 mntAle (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta - Sydney. Saat pertemuan terjadi, 3 menit pertama Anya mulai terpikat, 7 jam…
★ 7,5Indonesia 2017–2018Sweet 20 (2017)Fantasi · 109 mntBerceritera tentang Fatmawati, seorang nenek berusia 70-an, secara ajaib ia mendapati tubuhnya kembali ke usia 20 tahunan setelah melakukan foto di sebuah studio foto…Indonesia2019
Lihat semua (8)
★ 6,2Indonesia 2019Gundala (2019)Aksi · 123 mntSancaka hidup di jalanan sejak ditinggal orang tuanya dan bertahan dengan hanya memikirkan keselamatan sendiri. Ketika kota semakin kacau dan rakyat kecil tertindas, ia…
★ 8,0Indonesia 2019Keluarga Cemara (2019)Keluarga · 110 mntSetelah usahanya bangkrut, Abah dan Emak pindah bersama anak-anak mereka ke sebuah desa terpencil. Di rumah sederhana itu keluarga Cemara belajar bahwa harta paling…
★ 6,9Indonesia 2019Dilan 1991 (2019)Drama · 118 mnt22 Desember 1990, Dilan (Iqbaal Ramadhan) dan Milea (Vanesha Prescilla) resmi berpacaran. Ditengah kebahagiaan mereka Dilan terancam dipecat dari sekolah akibat…
★ 8,0Indonesia 2019Bebas (2019)Drama · 119 mntEnam sahabat anggota Geng Bebas terpisah akibat sebuah peristiwa semasa SMA. Dua puluh tiga tahun kemudian, salah satu dari mereka sakit keras dan berharap dapat…Indonesia2020 sampai 2022
Lihat semua (8)
★ 6,5Indonesia 2020–2022Sri Asih (2022)Aksi · 134 mntAlana menemukan kebenaran tentang asal-usulnya: ia mewarisi kekuatan Dewi Asih. Ia dapat menjadi pelindung umat manusia, asalkan mampu mengendalikan amarahnya.
★ 7,3Indonesia 2020–2022A Perfect Fit (2021)Romantis · 112 mntSaat pergi bersama temannya ke satu tempat, Saski (Nadya Arina) diramal oleh seseorang yang membawanya ke sebuah toko sepatu. Saski kemudian memasuki toko itu untuk…
★ 7,2Indonesia 2020–2022Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020)Drama · 121 mntSebuah keluarga yang tampak bahagia menyimpan rahasia lama. Ketika tiga kakak beradik mulai menempuh jalan masing-masing, luka masa lalu terbuka dan menguji keutuhan…
★ 8,0Indonesia 2020–2022Ngeri-Ngeri Sedap (2022)Drama · 114 mntOrang tua asal suku Batak yang pura-pura bertengkar agar anak-anaknya pulang dari perantauan.Indonesia2023 sampai 2026
Lihat semua (8)
★ 7,5Indonesia 2023–2026Sore: Istri Dari Masa Depan (2025)Fantasi · 119 mntJonathan, pemuda yang tinggal sendirian di Kroasia, bertemu Sore, perempuan yang mengaku istrinya dari masa depan. Sore datang dengan satu misi: membantu Jonathan…
★ 7,7Indonesia 2023–2026Jumbo (2025)Animasi · 102 mntDon, bocah bertubuh gempal yang kerap diremehkan teman-temannya, ingin tampil di pentas bakat dengan sandiwara dari buku cerita peninggalan orang tuanya. Buku itu…
★ 8,8Indonesia 2023–2026Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023)Komedi · 118 mntBagus, penulis skenario, bertemu lagi dengan Hana, sahabat dan cinta lamanya dari SMA yang sedang berduka setelah ditinggal suaminya. Ia ingin meyakinkan Hana untuk…
★ 7,9Indonesia 2023–2026Surat untuk Masa Mudaku (2026)Drama · 135 mntDi sebuah panti asuhan, seorang remaja pemberontak dan pengurus pendiam tanpa diduga menjadi sahabat, saat mereka berusaha untuk berdamai dengan masa lalu penuh luka.TamuKomedi sampai 2010
Lihat semua (20)
★ 6,8Tamu · KomediHome Alone 2: Lost in New York (1992)Komedi · 120 mntKevin salah naik pesawat dan mendarat sendirian di New York, sementara keluarganya terbang ke Florida. Berbekal kartu kredit ayahnya ia menginap di hotel mewah. Ketika…
★ 7,7Tamu · KomediThe Breakfast Club (1985)Komedi · 98 mntLima siswa SMA dari kelompok pergaulan yang berbeda menjalani hukuman hari Sabtu di perpustakaan sekolah. Si pemberontak, si putri populer, si penyendiri, si kutu buku,…
★ 7,7Tamu · KomediLittle Miss Sunshine (2006)Komedi · 102 mntSebuah keluarga penuh watak unik berdesakan di dalam mobil van tua kuning dan menempuh perjalanan ke California agar si bungsu Olive dapat mengikuti kontes kecantikan…
★ 7,0Tamu · KomediMamma Mia! (2008)Komedi · 108 mntSophie, calon pengantin yang tinggal bersama ibunya di sebuah pulau kecil di Yunani, diam-diam mengundang tiga mantan kekasih ibunya ke pesta pernikahannya, dengan…TamuKomedi sejak 2011
Lihat semua (10)
★ 7,6Tamu · KomediTo All the Boys I've Loved Before (2018)Komedi · 100 mntLara Jean adalah seorang piatu yang dibesarkan oleh single father dengan dua saudarinya. Lara Jean bukan seorang anak sekolah yang terkenal; hanya seorang murid biasa…
★ 6,8Tamu · KomediPitch Perfect 2 (2015)Komedi · 115 mntKelompok vokal The Bellas kehilangan nama baik setelah insiden memalukan di depan Presiden Amerika Serikat. Untuk memulihkan reputasi, mereka menargetkan gelar juara…
★ 7,1Tamu · KomediPaddington (2014)Komedi · 95 mntSeekor beruang Peru pergi ke London untuk mencari rumah baru. Tersesat sendirian di Stasiun Paddington, ia bertemu dengan keluarga Brown yang ramah.
★ 7,0Tamu · KomediCrazy Rich Asians (2018)Komedi · 121 mntSeorang profesor ekonomi, Rachel Chu (Constance Wu) diajak kekasihnya yang bernama Nick Young (Henry Golding) ke Singapura. Kekasihnya menyatakan untuk datang dalam…TamuDrama, musik, dan sejarah
Lihat semua (26)
★ 7,4Tamu · DramaThe Social Network (2010)Drama · 121 mntPada 2003, Mark Zuckerberg, mahasiswa Harvard yang mahir pemrograman, mulai menggarap gagasan yang kelak menjadi Facebook. Enam tahun kemudian ia menjadi salah satu…
★ 7,9Tamu · DramaA Beautiful Mind (2001)Drama · 135 mntKisah nyata John Nash, matematikawan jenius yang canggung dalam pergaulan. Di puncak kariernya ia menerima pekerjaan rahasia memecahkan sandi, lalu hidupnya terguncang…
★ 7,7Tamu · DramaRain Man (1988)Drama · 134 mntCharlie Babbitt, pedagang mobil, pulang setelah ayahnya wafat dan mengetahui bahwa warisan tiga juta dolar jatuh ke panti tempat tinggal Raymond, kakak kandung yang baru…
★ 8,0Tamu · DramaHachi: A Dog's Tale (2009)Drama · 93 mntSeorang profesor menemukan anak anjing Akita di stasiun kereta dan membawanya pulang. Hachi tumbuh sangat setia dan setiap sore menunggu tuannya di stasiun yang sama,…TamuRomantis
Lihat semua (20)
★ 7,6Tamu · RomantisGroundhog Day (1993)Romantis · 101 mntSeorang pembawa acara cuaca yang sinis dikirim meliput perayaan Groundhog Day di kota kecil Punxsutawney. Esok paginya ia terbangun dan mendapati hari yang sama…
★ 7,3Tamu · RomantisNotting Hill (1999)Romantis · 124 mntWilliam Thacker adalah seorang pemilik toko buku di London yang kehidupannya yang membosankan berubah menjadi kekacauan romantis ketika aktris Amerika terkenal Anna…
★ 8,0Tamu · RomantisFlipped (2010)Romantis · 89 mntSejak pertama kali bertemu saat masih kecil, Juli sudah menyukai Bryce. Seiring mereka tumbuh kian dewasa, ikatan itu tampaknya berkembang menjadi lebih dari pertemanan.
★ 7,9Tamu · RomantisSing Street (2016)Romantis · 105 mntDublin, 1985. Conor, siswa baru di sekolah yang keras, membentuk band demi memikat seorang gadis misterius. Bersama teman-temannya ia menulis lagu, membuat video musik,…TamuPetualangan dan aksi
Lihat semua (18)
★ 8,0Tamu · PetualanganJurassic Park (1993)Petualangan · 127 mntSeorang pengusaha kaya diam-diam membangun taman hiburan berisi dinosaurus hidup hasil rekayasa DNA purba. Menjelang pembukaan, ia mengundang sekelompok ahli dan kedua…
★ 7,0Tamu · PetualanganCharlie and the Chocolate Factory (2005)Petualangan · 115 mntCharlie, bocah sederhana dari keluarga miskin, memenangkan tiket emas untuk berkeliling pabrik cokelat paling menakjubkan di dunia, dipandu langsung oleh Willy Wonka,…
★ 7,2Tamu · PetualanganJumanji (1995)Petualangan · 104 mntKakak beradik Judy dan Peter menemukan papan permainan ajaib yang membuka pintu ke dunia rimba. Dari dalamnya muncul Alan, pria dewasa yang terjebak di permainan itu…
★ 6,9Tamu · PetualanganJumanji: The Next Level (2019)Petualangan · 123 mntDalam Jumanji: The Next Level, keempat sahabat kembali lagi, tetapi permainannya telah berubah. Saat memutuskan masuk lagi ke Jumanji untuk menyelamatkan salah satu dari…TamuKeluarga dan fantasi
Lihat semua (14)
★ 6,6Tamu · KeluargaAlice in Wonderland (2010)Keluarga · 108 mntAlice, kini berusia 19 tahun, kembali ke dunia aneh tempat ia pertama kali masuk saat kecil dan memulai perjalanan untuk menemukan takdirnya yang sebenarnya.
★ 7,6Tamu · KeluargaThe Hobbit: The Desolation of Smaug (2013)Fantasi · 161 mntPara kurcaci, bersama dengan Bilbo Baggins dan Gandalf the Grey, melanjutkan pencarian mereka untuk merebut kembali Gunung Kesepian (Lonely Mountain), tanah air mereka,…
★ 8,1Tamu · KeluargaWonder (2017)Keluarga · 113 mntAugust Pullman, anak laki-laki dengan kelainan wajah bawaan, untuk pertama kalinya masuk sekolah umum di kelas lima. Sepanjang tahun ajaran itu, ia, keluarganya, dan…
★ 7,3Tamu · KeluargaJungle Cruise (2021)Fantasi · 127 mntKisah berawal dari kapten kapal bernama Frank yang berkharisma. Ia berjumpa dengan Lily, salah satu penjelajah yang sedang berpetualang menghadapi misi yakni menemukan…Panduan ElshaFilm
ElshaFilm: catatan film Indonesia, 47 film nasional dalam enam label tahun dan 108 tamu dari luar
ElshaFilm berawal dari kebiasaan sederhana: mencatat film Indonesia yang baru ditonton. Satu film, satu catatan, dengan poster di kiri, beberapa baris sinopsis di kanan, dan label tahun di atasnya. Kebiasaan itu tumbuh menjadi arsip, dan arsip itulah yang Anda buka sekarang.
Di sini film Indonesia berdiri di depan. Empat puluh tujuh film nasional dari tahun 2000 sampai 2026 disusun dalam enam label tahun, seperti arsip sebuah blog. Di belakangnya ada 108 film mancanegara yang kami sebut tamu, disusun dalam enam label genre. Jumlah seluruhnya 155 film, dan tiap film memakai tepat satu label.
Tiap catatan di beranda memuat poster kecil dengan rating, label biru, judul dan tahun, genre dan durasi, tiga baris sinopsis, dan tautan "Baca selengkapnya". Bentuknya sengaja dibiarkan seperti blog, karena catatan paling enak dibaca pelan-pelan.
Mengapa film Indonesia lebih dulu
Sebagian besar panduan film menaruh film Indonesia di satu sudut, di antara ratusan judul dari luar. ElshaFilm membaliknya. Film nasional mendapat separuh label dan seluruh barisan depan, walau jumlahnya kurang dari sepertiga katalog.
Alasannya ada pada angka. Rata-rata rating 47 film Indonesia di katalog ini adalah 7,23, sedangkan rata-rata 108 tamu adalah 6,94. Tujuh film Indonesia mencatat 8,0 atau lebih, hampir satu dari tujuh. Pada film tamu perbandingannya satu dari sebelas. Film kita layak didahulukan karena memang disukai penontonnya.
Alasan kedua lebih pribadi. Film Indonesia berbicara dalam bahasa kita, tentang rumah, sekolah, kantor, dan kampung yang kita kenal. Menontonnya adalah cara melihat diri sendiri. Uraiannya ada di Film Indonesia lebih dulu.
Cara label bekerja
Seperti di blog, tiap catatan diberi satu label utama. Untuk film Indonesia, labelnya adalah masa rilis: 2000 sampai 2009, 2012 sampai 2016, 2017 dan 2018, 2019, 2020 sampai 2022, dan 2023 sampai 2026. Rentangnya dipilih agar tiap label memuat tujuh atau delapan film.
Untuk film tamu, labelnya adalah genre utama: komedi sampai 2010, komedi sejak 2011, drama, romantis, petualangan, serta keluarga dan fantasi. Komedi dibagi dua karena jumlahnya tiga puluh film. Film musik dan sejarah bergabung dengan drama, dan film aksi bergabung dengan petualangan.
Di samping dua belas label itu ada dua label gabungan: Semua film Indonesia dan Semua tamu dari luar. Penjelasan tiap label tahun ada di Label tahun film Indonesia.
Awan label di beranda
Di bawah judul halaman ada awan label, seperti kotak label di sisi sebuah blog. Enam label biru tua adalah label film Indonesia, enam label biru muda adalah label tamu. Tiap label menyebut jumlah catatannya dalam lingkaran kecil.
Tekan sebuah label dan halaman bergulir ke catatan-catatannya. Tiap label menampilkan empat catatan yang paling dikenal, dengan tombol "Lihat semua" untuk membuka seluruh isinya. Di bawah dua belas kelompok catatan ada panduan yang sedang Anda baca.
Bagi pengunjung baru, langkah-langkah pertama dirangkum di Mulai di ElshaFilm.
Label Indonesia 2000 sampai 2009: bioskop terbuka kembali
Tujuh catatan, rata-rata rating 6,92. Dasawarsa ini dimulai dengan dua film yang mengajak penonton kembali ke bioskop setelah masa sepi yang panjang.
Petualangan Sherina tahun 2000, karya Riri Riza, adalah film musikal anak dengan rating 7,9, tertinggi di label ini. Dua tahun kemudian datang Ada Apa dengan Cinta?, karya Rudi Soedjarwo, yang membuat puisi dan majalah dinding mendadak keren. Kedua film itu membuktikan bahwa penonton Indonesia rindu melihat dirinya di layar lebar.
Tahun 2005 menyumbang tiga catatan dengan tiga watak. Janji Joni karya Joko Anwar adalah komedi berpacu dengan waktu tentang pengantar rol film. Gie, juga karya Riri Riza, adalah potret aktivis mahasiswa berdurasi 140 menit. Catatan Akhir Sekolah karya Hanung Bramantyo mengikuti tiga sahabat dengan kamera video.
Dasawarsa ditutup oleh fenomena: Laskar Pelangi tahun 2008, berating 7,6, dan lanjutannya Sang Pemimpi tahun 2009. Keduanya disutradarai Riri Riza, yang menggarap empat dari tujuh film di label ini. Bila ada satu nama yang membentuk dasawarsa ini di katalog kami, itulah dia.
Label Indonesia 2012 sampai 2016: novel laris dan komedi baru
Delapan catatan, rata-rata rating 7,03. Dua arus besar bertemu di sini: adaptasi novel laris dan lahirnya gelombang komedi dari panggung komedi tunggal.
Tahun 2012 membawa 5 cm karya Rizal Mantovani dan Negeri 5 Menara karya Affandi Abdul Rachman, keduanya dari novel yang dibaca luas. Tahun 2013 membawa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Sunil Soraya, roman 163 menit dengan rating 7,7, tertinggi di label ini. Tahun 2015 membawa Filosofi Kopi karya Angga Dwimas Sasongko.
Lalu datang tahun 2016, tahun yang ramai. Cek Toko Sebelah karya Ernest Prakasa, berating 7,5, memperkenalkan komedi keluarga yang hangat dan cerdas. My Stupid Boss karya Upi menertawakan kehidupan kantor. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 karya Anggy Umbara menghidupkan kembali trio legendaris dan memecahkan rekor penonton pada masanya.
Tahun itu pula Cinta dan Rangga kembali dalam Ada Apa Dengan Cinta? 2 karya Riri Riza. Empat film dalam satu tahun: 2016 adalah tanda bahwa penonton sudah pulang ke film Indonesia.
Label Indonesia 2017 dan 2018: ragam yang melebar
Delapan catatan dalam dua tahun, rata-rata rating 7,10. Bila label sebelumnya didominasi drama dan komedi, di sini ragamnya melebar: ada fantasi, biografi, kuliner, dan silat.
Tahun 2017 dibuka Susah Sinyal karya Ernest Prakasa, berating 7,7 dan tertinggi di label ini. Sweet 20 karya Ody C. Harahap membawa komedi fantasi tentang nenek yang kembali muda. Critical Eleven karya Robert Ronny adalah drama pernikahan 135 menit. Kartini karya Hanung Bramantyo menghadirkan biografi dengan tata artistik yang megah.
Tahun 2018 adalah tahun Dilan 1990 karya Fajar Bustomi, berating 7,6, yang kalimat-kalimat rayuannya dikutip di mana-mana. Milly & Mamet karya Ernest Prakasa mencatat angka yang sama. Aruna & Lidahnya karya Edwin mengajak penonton berkeliling meja makan Nusantara.
Dan Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 karya Angga Dwimas Sasongko membuktikan bahwa film silat berskala besar bisa dibuat di sini. Dalam dua tahun saja, perfilman kita mencoba hampir semua genre.
Label Indonesia 2019: tahun yang penuh
Delapan catatan dari satu tahun saja, rata-rata rating 7,18. Tahun 2019 mendapat label sendiri karena memang layak: inilah tahun tersibuk di arsip kami, dan tahun yang tertera pada arsip tertua ElshaFilm.
Dua film mencatat rating 8,0. Keluarga Cemara karya Yandy Laurens membuka tahun dengan kisah keluarga yang kehilangan harta dan menemukan satu sama lain. Bebas karya Riri Riza menyusul pada paruh kedua tahun dengan nostalgia geng sekolah sembilan puluhan.
Di antaranya ada Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan karya Ernest Prakasa dengan rating 7,6, Orang Kaya Baru karya Ody C. Harahap, dan Bumi Manusia karya Hanung Bramantyo, film terpanjang di seluruh katalog dengan 181 menit.
Dilan 1991 karya Fajar Bustomi melanjutkan kisah Bandung. Terlalu Tampan karya Sabrina Rochelle Kalangie membawa komik digital ke layar. Dan Gundala karya Joko Anwar membuka semesta pahlawan super Indonesia. Keluarga, sejarah, komedi, roman remaja, dan jagoan: satu tahun, lima arah.
Label Indonesia 2020 sampai 2022: bertahan dan pulang
Delapan catatan dari tiga tahun, rata-rata rating 7,17. Ini masa yang berat bagi bioskop di seluruh dunia, dan beberapa film di label ini tayang perdana lewat layanan streaming. Film Indonesia bertahan, lalu kembali dengan dua judul besar.
Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini karya Angga Dwimas Sasongko dibuka pada awal 2020, sesaat sebelum pintu bioskop ditutup. Tahun 2021 diisi film-film yang lebih intim: A Perfect Fit karya Hadrah Daeng Ratu dengan latar Bali, June & Kopi karya Noviandra Santosa tentang dua ekor anjing, Geez & Ann karya Rizki Balki, dan Ali & Ratu Ratu Queens karya Lucky Kuswandi yang membawa cerita ke New York.
Lalu datang tahun 2022. Ngeri-Ngeri Sedap karya Bene Dion Rajagukguk, berating 8,0, membawa keluarga Batak dan Danau Toba ke layar lebar dan membuat satu negeri menelepon orang tuanya. Cek Toko Sebelah 2 karya Ernest Prakasa mencatat 7,9. Sri Asih karya Upi meneruskan semesta jagoan.
Label ini bercerita tentang ketahanan. Ketika gedung bioskop gelap, film Indonesia menemukan jalan ke ruang keluarga, lalu memimpin penonton pulang ke gedung itu.
Label Indonesia 2023 sampai 2026: masa terbaik
Delapan catatan, rata-rata rating 7,91. Angka itu jauh di atas label mana pun di ElshaFilm, baik label Indonesia maupun label tamu. Empat dari delapan filmnya mencatat 8,0 atau lebih.
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film karya Yandy Laurens, tahun 2023, memegang rating tertinggi di seluruh katalog: 8,8. Film hitam putih tentang penulis skenario ini adalah surat cinta kepada film itu sendiri. Pada tahun yang sama, Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti karya Angga Dwimas Sasongko mencatat 8,0.
Home Sweet Loan karya Sabrina Rochelle Kalangie, tahun 2024, mencatat 8,1 dan menjadi cermin bagi pekerja muda. Tahun 2025 membawa tiga film: 1 Kakak 7 Ponakan karya Yandy Laurens dengan 8,4, film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy dengan 7,7, dan Sore: Istri Dari Masa Depan, lagi-lagi karya Yandy Laurens, dengan 7,5.
Petualangan Sherina 2 karya Riri Riza mempertemukan kembali penonton dengan pahlawan kecil mereka, dan Surat untuk Masa Mudaku tahun 2026 menutup arsip dengan rating 7,9. Tiga dari delapan film di label ini digarap Yandy Laurens. Bila dasawarsa 2000-an milik Riri Riza, tahun-tahun ini milik dia.
Tamu dari luar: dua label komedi
Kini giliran para tamu. Komedi adalah rombongan terbesar: tiga puluh film, dibagi menjadi dua label menurut tahun. Label komedi sampai 2010 memuat dua puluh film dengan rata-rata rating 6,74. Label komedi sejak 2011 memuat sepuluh film dengan rata-rata 6,67.
Di label pertama, The Breakfast Club dan Little Miss Sunshine memimpin dengan 7,7, disusul Mary Poppins dan Ferris Bueller's Day Off dengan 7,6. Dua film John Hughes di antaranya adalah guru bagi banyak komedi remaja sesudahnya, termasuk di Indonesia. Komedi liburan mengisi banyak tempat: Home Alone 2: Lost in New York, Elf, Christmas with the Kranks, This Christmas, dan Four Christmases.
Komedi romantis diwakili You've Got Mail, The Holiday, Music and Lyrics, The Prince & Me, Bride Wars, dan Valentine's Day. Liar Liar, Marley & Me, Mamma Mia!, High School Musical, dan 17 Again melengkapi dua puluh judul.
Di label kedua, To All the Boys I've Loved Before memimpin dengan 7,6, disusul Paddington dan Chef dengan 7,1 serta Crazy Rich Asians dengan 7,0. Tamu lainnya: Pitch Perfect 2, Fisherman's Friends, Uncle Drew, Mr. Popper's Penguins, Candy Cane Lane, dan Oh. What. Fun..
Tamu dari luar: drama, musik, dan sejarah
Dua puluh enam film, label tamu terbesar dan terbaik: rata-rata ratingnya 7,30, dan empat filmnya mencatat 8,0 atau lebih. Bila Anda hanya sempat membuka satu label tamu, bukalah yang ini.
The Art of Racing in the Rain memimpin dengan 8,1. Tiga film mencatat 8,0: Before Sunrise karya Richard Linklater, Hachi: A Dog's Tale karya Lasse Hallström, dan Lion karya Garth Davis. Tepat di bawahnya ada A Beautiful Mind dan CODA dengan 7,9, lalu Before Sunset dan Words on Bathroom Walls dengan 7,8.
Kisah nyata mengisi banyak tempat: The Social Network karya David Fincher, Moneyball, The Founder, King Richard, American Underdog, We Bought a Zoo, dan Tucker: The Man and His Dream karya Francis Ford Coppola. Film musik hadir lewat Elvis, tick, tick... BOOM!, Flora and Son, Blinded by the Light, dan Pitch Perfect 3.
Rain Man, Belfast, Limbo, Goodbye June, Back of the Net, dan Tesla melengkapi label. Penonton yang menyukai drama keluarga Indonesia biasanya betah di sini.
Tamu dari luar: romantis
Dua puluh film dengan rata-rata rating 6,81. Tiga di antaranya mencatat 8,0 atau lebih: Voicemails for Isabelle dengan 8,3, The Love Hypothesis dengan 8,2, dan Flipped dengan 8,0.
Sing Street menyusul dengan 7,9, Groundhog Day dengan 7,6, dan Notting Hill dengan 7,3. Ketiganya sering disebut bila orang membicarakan film romantis yang cerdas.
Sebagian besar label ini berisi film layanan streaming beberapa tahun terakhir, ringan dan cocok untuk malam santai: Upgraded, The Life List, The Map That Leads to You, The Wrong Paris, The Last Sunrise, Find Me Falling, La Dolce Villa, Irish Wish, Your Place or Mine, dan Picture This.
Christmas at the Palace, Too Close for Christmas, Hello, Goodbye, and Everything in Between, dan Choose Love melengkapi dua puluh judul. Penggemar Dilan 1990 dan A Perfect Fit akan menemukan sepupu-sepupu jauh film itu di label ini.
Tamu dari luar: petualangan dan aksi
Delapan belas film dengan rata-rata rating 7,17. Dua mencatat 8,0 atau lebih: Togo dengan 8,1 dan Jurassic Park karya Steven Spielberg dengan 8,0, film paling dikenal di seluruh katalog.
F1 mencatat 7,8, lalu Hunt for the Wilderpeople karya Taika Waititi dan A Dog's Purpose dengan 7,6. The Peanut Butter Falcon mencatat 7,4, sedangkan Slumberland dan Christopher Robin mencatat 7,3.
Petualangan klasik keluarga ada di sini: Jumanji dan Jumanji: The Next Level, Charlie and the Chocolate Factory, The Jungle Book, Hugo karya Martin Scorsese, serta The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader. The Secret Life of Walter Mitty, Night at the Museum: Secret of the Tomb, The Golden Compass, dan Star Trek Beyond melengkapi label.
Penonton yang tumbuh bersama Petualangan Sherina akan mengenali semangat yang sama di label ini: anak-anak yang lebih berani daripada orang dewasa di sekitarnya.
Tamu dari luar: keluarga dan fantasi
Empat belas film dengan rata-rata rating 6,67. Wonder memimpin jauh di depan dengan 8,1, disusul The Hobbit: The Desolation of Smaug dengan 7,6, Jungle Cruise dengan 7,3, dan Big dengan 7,2.
Label ini adalah pilihan aman untuk menonton bersama anak. Dora and the Lost City of Gold, Dolittle, Dumbo, Alice in Wonderland, dan Mary Poppins Returns berwarna-warni dan mudah diikuti. Middle School: The Worst Years of My Life cocok untuk anak yang baru masuk sekolah menengah.
Home Team, Dog Gone, Are We Done Yet?, dan Home Sweet Home Alone melengkapi empat belas judul. Keenam label tamu dirangkum di Tamu dari luar.
Arsip dalam angka
Empat puluh tujuh film Indonesia di arsip ini berdurasi 5.457 menit, atau 90 jam 57 menit. Seratus delapan film tamu berdurasi 11.832 menit, atau 197 jam 12 menit. Seluruh katalog: 17.289 menit.
Rata-rata film Indonesia berdurasi 116 menit, enam menit lebih panjang daripada rata-rata tamu yang 110 menit. Film kita gemar memberi ruang bagi adegan keluarga dan percakapan panjang, dan dua roman sejarah berdurasi lebih dari dua setengah jam ikut menaikkan angka itu.
Rating bercerita lebih banyak. Enam label Indonesia mencatat rata-rata yang naik nyaris terus-menerus: 6,92, lalu 7,03, lalu 7,10, lalu 7,18, lalu 7,17, lalu 7,91. Dalam seperempat abad, penilaian penonton terhadap film nasional di katalog ini naik satu angka penuh.
Genre film Indonesia di arsip ini
Dari 47 film Indonesia, 23 adalah drama dan 12 adalah komedi. Dua genre itu mencakup tiga perempat arsip. Sisanya terbagi tipis: tiga film aksi, tiga petualangan, dua romantis, dua fantasi, satu film keluarga, dan satu animasi.
Angka itu menggambarkan kekuatan dan peluang sekaligus. Drama keluarga dan komedi adalah wilayah yang sangat dikuasai pembuat film kita. Di sisi lain, animasi baru diwakili satu judul, Jumbo, dan keberhasilannya membuka jalan bagi lebih banyak lagi.
Perlu diingat bahwa label genre di sini adalah genre utama. Banyak komedi Indonesia sesungguhnya drama yang menyamar: Cek Toko Sebelah dan Susah Sinyal membuat penonton tertawa selama satu jam lalu menangis pada setengah jam terakhir. Itulah resep yang disempurnakan sejak 2016.
Tujuh film Indonesia berating 8,0 ke atas
Tujuh catatan di arsip ini mencatat rating 8,0 atau lebih, dan semuanya lahir sejak 2019. Urutannya: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8, 1 Kakak 7 Ponakan dengan 8,4, Home Sweet Loan dengan 8,1, lalu empat film dengan 8,0: Keluarga Cemara, Bebas, Ngeri-Ngeri Sedap, dan Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti.
Lima dari tujuh film itu adalah kisah keluarga. Satu adalah kisah persahabatan, dan satu kisah cinta. Tiga di antaranya disutradarai Yandy Laurens. Polanya terang: ketika film Indonesia bercerita tentang orang-orang serumah dengan jujur, penonton membalasnya dengan nilai tertinggi.
Tepat di bawah garis 8,0 ada Petualangan Sherina, Cek Toko Sebelah 2, dan Surat untuk Masa Mudaku dengan 7,9. Daftar lengkap dengan catatan singkat ada di Film Indonesia berating tertinggi.
Tahun-tahun yang kosong
Arsip yang jujur juga mencatat celahnya. Di antara label pertama dan kedua ada jeda: tahun 2010 dan 2011 kosong di katalog ini, demikian pula 2014. Sebelum itu, tahun 2001, 2003, 2004, 2006, dan 2007 juga kosong.
Celah itu berasal dari pilihan katalog, yang hanya memuat 47 judul dari ribuan film yang dibuat dalam kurun tersebut. Banyak film penting dari tahun-tahun itu berada di luar arsip ini.
Sejak 2015, sebaliknya, tiap tahun terisi. Tahun 2016 punya empat catatan, 2017 empat, 2018 empat, 2019 delapan, 2021 empat, 2022 tiga, 2023 tiga, dan 2025 tiga. Arsip ini paling tebal justru pada masa ketika film Indonesia paling ramai ditonton.
Dua puluh enam tahun dalam enam babak
Bila enam label tahun dibaca berurutan, tersusun sebuah cerita. Babak pertama, 2000 sampai 2009: bioskop terbuka kembali lewat film anak, film remaja, dan satu novel tentang sekolah di Belitung. Babak kedua, 2012 sampai 2016: novel laris menjadi sumber utama, dan komedi keluarga menemukan bentuknya.
Babak ketiga, 2017 dan 2018: genre melebar ke silat, biografi, dan kuliner, sementara sepasang remaja Bandung menguasai percakapan. Babak keempat, 2019: tahun penuh, dengan delapan film dari lima arah.
Babak kelima, 2020 sampai 2022: layar berpindah ke rumah, lalu sebuah keluarga Batak membawa penonton kembali ke gedung bioskop. Babak keenam, 2023 sampai 2026: masa terbaik, dengan rata-rata 7,91. Kisah lengkapnya ada di Dua puluh enam tahun film Indonesia.
Sutradara di balik arsip
Empat puluh tujuh film Indonesia di sini digarap oleh sekitar dua puluh lima sutradara, tetapi lima nama mengisi hampir separuhnya. Riri Riza menyutradarai tujuh film, dari Petualangan Sherina tahun 2000 sampai Petualangan Sherina 2 tahun 2023. Kariernya merentang seluruh arsip.
Ernest Prakasa menyutradarai lima film: Cek Toko Sebelah, Susah Sinyal, Milly & Mamet, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, dan Cek Toko Sebelah 2. Kelimanya berating 7,5 atau lebih, sebuah catatan yang sangat rapi.
Yandy Laurens dan Angga Dwimas Sasongko masing-masing menyutradarai empat film. Empat film Yandy mencatat rata-rata tertinggi di antara para sutradara di arsip ini. Angga berpindah dari kedai kopi ke drama keluarga ke dunia persilatan. Hanung Bramantyo menyumbang tiga film: Catatan Akhir Sekolah, Kartini, dan Bumi Manusia.
Lima sutradara lain muncul dua kali: Joko Anwar, Upi, Ody C. Harahap, Fajar Bustomi, dan Sabrina Rochelle Kalangie. Profil ringkas mereka ada di Sutradara Indonesia.
Wajah-wajah yang sering muncul
Arsip ini juga punya keluarga pemeran. Nicholas Saputra dan Reza Rahadian masing-masing tampil dalam lima film. Yang pertama dikenal sebagai Rangga dan Gie. Yang kedua berpindah dari atasan ajaib dalam My Stupid Boss ke bangsawan muda yang angkuh dalam Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Derby Romero, dan Iqbaal Ramadhan masing-masing tampil dalam empat film. Dian adalah Cinta, lalu Kartini. Derby adalah Sadam kecil pada tahun 2000 dan Sadam dewasa pada tahun 2023. Iqbaal adalah Dilan, lalu Minke dalam Bumi Manusia.
Sembilan pemeran lain tampil tiga kali, di antaranya Sherina Munaf, Nirina Zubir, Dion Wiyoko, dan Sheila Dara Aisha. Mengikuti satu wajah dari catatan ke catatan adalah cara menyenangkan untuk menjelajahi arsip. Daftarnya ada di Wajah-wajah film Indonesia.
Dari Indonesia ke dunia: pasangan tuan rumah dan tamu
Para tamu dipilih supaya bisa disandingkan dengan film tuan rumah. Bila Anda menyukai sebuah film Indonesia, ada tamu yang cocok untuk malam berikutnya.
Menyukai Keluarga Cemara? Cobalah Little Miss Sunshine: keluarga yang kesulitan uang dan sebuah perjalanan yang mempersatukan mereka. Menyukai Laskar Pelangi? Cobalah Wonder, kisah satu kelas dan satu guru yang baik. Menyukai Bebas? Cobalah The Breakfast Club.
Menyukai Ada Apa dengan Cinta?? Cobalah Before Sunrise, yang juga bertumpu pada percakapan dua orang. Menyukai June & Kopi? Cobalah Hachi: A Dog's Tale. Menyukai Petualangan Sherina? Cobalah Hunt for the Wilderpeople. Menyukai Gie? Cobalah The Social Network, potret lain tentang anak muda yang keras kepala.
Pasangan lainnya ada di Dari Indonesia ke dunia.
Kartu catatan di beranda
Tiap film di beranda tampil sebagai kartu catatan, bentuk yang kami warisi dari blog. Di kiri ada poster kecil dengan pita rating di bagian bawahnya. Di kanan ada label biru muda, judul dengan tahun dalam kurung, lalu genre dan durasi.
Di bawahnya ada tiga baris pertama sinopsis, cukup untuk mengetahui tentang apa filmnya, dan tautan "Baca selengkapnya". Label pada kartu berbunyi misalnya "Indonesia 2019" atau "Tamu · Drama". Penjelasannya ada di Kartu catatan.
Halaman film dan tombol Tonton sekarang
Tekan kartu untuk membuka halaman film: judul, tahun, durasi, rating, genre, sinopsis lengkap berbahasa Indonesia, pemeran utama, dan sutradara. Dari sana Anda juga dapat menyimpan film ke Daftar Saya.
ElshaFilm adalah panduan: tugasnya mengenalkan film dan menunjukkan jalannya. Di bagian "Tempat menonton" ada daftar negara dan tombol Tonton sekarang. Pilih negara Anda, tekan tombolnya, dan halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan layanan langganan, sewa, beli, dan gratis yang menyediakannya. Soal bahasa dan teks terjemahan ada di Bahasa dan subtitle.
Pencarian, Daftar Saya, dan ponsel
Kotak pencarian di bilah atas menerima judul, nama pemeran, nama sutradara, dan tahun. Caranya ada di Pencarian.
Daftar Saya menyimpan pilihan Anda di peramban. Gunakan sebagai daftar tontonan film nasional: simpan satu catatan dari tiap label tahun, dan Anda punya enam malam bersama film Indonesia. Petunjuknya ada di Panduan Daftar Saya. Di ponsel, kartu catatan tersusun satu kolom, seperti membaca blog. Lihat ElshaFilm di ponsel.
Lanjutan, semesta, dan cerita yang bersambung
Salah satu tanda kedewasaan sebuah perfilman adalah ketika penonton ingin kembali ke tokoh yang sama. Arsip ini menyimpan beberapa cerita yang bersambung lintas label. Petualangan Sherina di label pertama bersambung ke Petualangan Sherina 2 di label terakhir, dua puluh tiga tahun kemudian, dengan sutradara dan dua pemeran utama yang sama.
Ada Apa dengan Cinta? di label pertama bersambung ke Ada Apa Dengan Cinta? 2 di label kedua, lalu bercabang ke Milly & Mamet di label ketiga. Laskar Pelangi bersambung ke Sang Pemimpi dalam label yang sama. Dilan 1990 bersambung ke Dilan 1991 setahun kemudian.
Cek Toko Sebelah tahun 2016 bersambung ke Cek Toko Sebelah 2 tahun 2022. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini mendapat prekuel, Hari Ini Akan Kita Ceritakan Nanti. Dan Gundala serta Sri Asih berbagi satu semesta jagoan.
Lima belas dari 47 film Indonesia di sini, hampir sepertiga arsip, adalah bagian dari cerita yang bersambung. Penonton kita setia, dan pembuat film membalas kesetiaan itu.
Dari toko buku ke bioskop
Arsip ini juga memperlihatkan eratnya hubungan film Indonesia dengan dunia buku. Label kedua hampir seluruhnya berakar di rak toko buku: 5 cm, Negeri 5 Menara, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Filosofi Kopi, dan My Stupid Boss semuanya berasal dari halaman cetak.
Arus itu berlanjut ke label berikutnya lewat Critical Eleven, Dilan 1990, dan Aruna & Lidahnya, lalu ke tahun 2019 lewat Bumi Manusia dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan. Pada 2024, Home Sweet Loan membuktikan bahwa novel tentang cicilan rumah pun bisa menjadi film yang dicintai.
Sumber lain adalah layar kaca dan komik lama. Keluarga Cemara dan 1 Kakak 7 Ponakan menghidupkan sinetron keluarga tahun sembilan puluhan. Gundala, Sri Asih, dan Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 menghidupkan jagoan komik dan cerita silat. Film Indonesia gemar menengok lemari kenangan, dan penonton menyambutnya.
Indonesia yang lebih luas dari Jakarta
Membaca arsip ini berurutan, terlihat bagaimana kamera perlahan meninggalkan ibu kota. Pada label pertama, Petualangan Sherina sudah pergi ke kebun teh Lembang, dan Laskar Pelangi membawa penonton ke Belitung, pulau yang sesudahnya ramai didatangi wisatawan.
Label kedua mendaki Mahameru bersama 5 cm dan mengunjungi Ranah Minang dalam roman Hamka. Label ketiga terbang ke Sumba bersama Susah Sinyal dan berkeliling kota-kota kuliner bersama Aruna & Lidahnya.
Label kelima sampai ke Danau Toba dalam Ngeri-Ngeri Sedap, dengan dialog berlogat Batak yang kental, dan ke Bali dalam A Perfect Fit. Label keenam masuk ke hutan Kalimantan dalam Petualangan Sherina 2. Peta film Indonesia makin lebar, dan tiap daerah yang muncul di layar mendapat kebanggaan baru.
Dari panggung komedi ke kursi sutradara
Ada satu arus yang layak dicatat tersendiri: para pelawak tunggal yang menjadi pembuat film. Ernest Prakasa adalah contoh paling terang, dengan lima film di arsip ini sebagai sutradara dan tiga sebagai pemeran. Bene Dion Rajagukguk, juga dari panggung komedi, menyutradarai Ngeri-Ngeri Sedap.
Ryan Adriandhy, yang juga berangkat dari panggung yang sama, menyutradarai Jumbo, film animasi yang ditonton jutaan keluarga. Para pelawak lain mengisi peran pendukung di banyak film label ketiga sampai kelima dan memberi warna khas pada komedi keluarga kita.
Kepekaan mereka terhadap irama tawa menghasilkan resep yang sudah disebut: lucu dulu, haru kemudian. Resep itu kini menjadi ciri film Indonesia yang dikenali penonton di negeri tetangga.
Lagu yang ikut dicatat
Sebagian film di arsip ini diingat bersama lagunya. Petualangan Sherina adalah film musikal dengan belasan lagu anak. Ada Apa dengan Cinta? melahirkan album lagu tema yang diputar di radio selama bertahun-tahun. Laskar Pelangi punya lagu tema yang dinyanyikan di acara perpisahan sekolah sampai hari ini.
Keluarga Cemara membawa pulang lagu lama tentang harta yang paling berharga. Bebas dipenuhi lagu pop Indonesia pertengahan sembilan puluhan. Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini menyumbang beberapa lagu yang menjadi teman banyak orang pada masa sulit.
Bila Anda lupa judul sebuah film tetapi ingat lagunya, bukalah label tahunnya: besar kemungkinan catatannya ada di sana.
Enam malam film Indonesia
Inilah satu rute untuk membaca seluruh arsip dalam enam malam, satu film dari tiap label tahun. Malam pertama: Ada Apa dengan Cinta?, untuk merasakan awal kebangkitan. Malam kedua: Cek Toko Sebelah, untuk komedi keluarga yang membuka zaman baru.
Malam ketiga: Dilan 1990, untuk memahami demam yang melanda satu negeri. Malam keempat: Keluarga Cemara, untuk tahun yang penuh. Malam kelima: Ngeri-Ngeri Sedap, untuk kepulangan penonton ke bioskop. Malam keenam: Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, untuk masa terbaik.
Enam film itu berdurasi 667 menit, sedikit di atas sebelas jam, dan rata-rata ratingnya 7,9. Sesudah enam malam, Anda sudah menyaksikan seperempat abad film Indonesia berubah, dari seragam putih abu-abu tahun 2002 sampai layar hitam putih tahun 2023.
Untuk yang baru mengenal film Indonesia
Bila Anda lebih sering menonton film luar dan ingin mulai mengenal film nasional, mulailah dari label terakhir dan berjalan mundur. Film-film 2023 sampai 2026 memakai bahasa gambar yang paling dekat dengan film dunia masa kini, dan ratingnya paling tinggi.
Tiga pintu masuk yang aman: Home Sweet Loan bila Anda pekerja kota, 1 Kakak 7 Ponakan bila Anda menyukai drama keluarga, dan Jumbo bila Anda menonton bersama anak. Sesudah itu mundur ke Ngeri-Ngeri Sedap dan Keluarga Cemara.
Dari sana, pilih menurut selera. Penyuka komedi bisa menelusuri lima film Ernest Prakasa. Penyuka roman bisa membuka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penyuka sejarah bisa membuka Kartini dan Gie. Dalam sebulan, Anda akan punya sutradara dan pemeran Indonesia kesayangan.
Catatan untuk malam keluarga
Arsip ini ramah keluarga. Untuk anak sekolah dasar, tiga catatan paling cocok adalah Petualangan Sherina, Jumbo, dan June & Kopi. Ketiganya pendek, antara 90 dan 102 menit, dan mudah diikuti.
Untuk keluarga dengan remaja, Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, dan Susah Sinyal membuka obrolan tentang sekolah, cita-cita, dan hubungan dengan orang tua. Untuk keluarga yang anak-anaknya sudah dewasa, Ngeri-Ngeri Sedap dan Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini hampir pasti memancing percakapan panjang sesudahnya.
Bila ingin menambah satu tamu, pilih dari label keluarga dan fantasi: Wonder untuk remaja atau Paddington dari label komedi untuk yang lebih kecil. Tuan rumah dan tamu bisa ditonton bergantian tiap akhir pekan.
Arsip ini di ruang kelas
Guru bahasa Indonesia dan sejarah bisa memakai label tahun sebagai bahan ajar. Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, dan Bumi Manusia berasal dari novel yang sering menjadi bacaan sekolah. Memutar cuplikan filmnya sebelum membaca membantu murid membayangkan dunia ceritanya.
Kartini dan Gie memberi wajah kepada dua tokoh di buku pelajaran. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memperkenalkan bahasa Melayu tinggi dan persoalan adat pada tahun tiga puluhan.
Untuk pelajaran menulis, mintalah murid membuat catatan film dengan bentuk seperti kartu di beranda: satu label, satu judul, tiga kalimat sinopsis. Menulis ringkas adalah keterampilan, dan blog film adalah tempat latihan yang menyenangkan.
Cara menjamu tamu
Seratus delapan film mancanegara di ElshaFilm kami sebut tamu dengan sengaja. Tamu disambut dengan hormat, diberi tempat duduk yang baik, dan dinikmati kehadirannya, tetapi rumah ini tetap rumah film Indonesia.
Tamu-tamu ini dipilih karena akrab dengan selera penonton kita: komedi keluarga, kisah nyata yang menggugah, roman yang manis, dan petualangan untuk segala umur. Label drama tamu, dengan rata-rata 7,30, adalah yang terbaik di antara mereka dan layak dijelajahi sampai habis.
Cara paling enak menjamu tamu adalah berselang-seling: satu film Indonesia, satu film tamu dengan tema serupa. Dengan begitu Anda melihat bagaimana cerita tentang keluarga, sekolah, atau cinta diceritakan di sini dan di sana, dan sering kali pulang dengan rasa bangga pada film sendiri.
Bekal kecil sebelum memilih
Pertama, bacalah tiga baris sinopsis di kartu sebelum menekan. Catatan dibuat untuk dibaca, dan tiga baris itu biasanya cukup untuk memutuskan.
Kedua, perhatikan labelnya. Label tahun memberi tahu suasana zaman film Indonesia itu, dari masa kebangkitan sampai masa terbaik.
Ketiga, ikuti satu nama. Pilih satu sutradara atau satu pemeran, dan tonton semua filmnya di arsip ini. Cara ini membuat Anda mengenal film Indonesia lewat orang-orangnya.
Keempat, tulis catatan Anda sendiri. Satu kalimat sesudah tiap film sudah cukup. Setahun kemudian, Anda punya arsip pribadi, persis seperti ElshaFilm bermula.
Catatan kecil dari arsip
Tiap arsip punya rekor kecilnya. Film Indonesia terpanjang di sini adalah Bumi Manusia dengan 181 menit, disusul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dengan 163 menit dan Gie dengan 140 menit. Ketiganya berlatar masa lalu: sejarah memang butuh waktu.
Yang tersingkat adalah Janji Joni dengan 83 menit, disusul June & Kopi dengan 90 menit dan Petualangan Sherina dengan 93 menit. Yang tertua adalah Petualangan Sherina, tahun 2000, dan yang termuda Surat untuk Masa Mudaku, tahun 2026.
Sutradara dengan rentang karier terpanjang di arsip ini adalah Riri Riza, 23 tahun dari film pertama sampai film terakhirnya di sini. Dan label dengan film terbanyak dari satu tahun adalah 2019, dengan delapan judul.
Sutradara perempuan di arsip ini
Beberapa catatan terbaik di sini digarap sutradara perempuan. Upi menyutradarai My Stupid Boss, komedi kantor yang laris, dan Sri Asih, film jagoan perempuan pertama dalam semesta pahlawan super Indonesia.
Sabrina Rochelle Kalangie menyutradarai Terlalu Tampan dan kemudian Home Sweet Loan, film berating 8,1 yang menjadi suara generasi pekerja muda. Hadrah Daeng Ratu menyutradarai A Perfect Fit, roman berlatar Bali dengan sentuhan budaya setempat.
Di barisan tamu, CODA karya Sian Heder, The Holiday karya Nancy Meyers, You've Got Mail karya Nora Ephron, dan Little Miss Sunshine, yang disutradarai bersama oleh Valerie Faris, memperlihatkan hal serupa. Cerita tentang rumah dan hati sering paling tajam di tangan mereka.
Film Indonesia yang pergi jauh
Sebagian film nasional di arsip ini membawa ceritanya ke luar negeri. Ali & Ratu Ratu Queens berlangsung di New York, tempat seorang pemuda Jakarta mencari ibunya. My Stupid Boss berlangsung di Kuala Lumpur, di kantor dengan atasan paling ajaib se-Asia Tenggara.
Sore: Istri Dari Masa Depan berlangsung di Kroasia, dan Critical Eleven bermula di pesawat menuju Sydney lalu singgah di New York. Ada Apa Dengan Cinta? 2 membuka kisahnya dengan seorang perantau yang pulang dari kota yang sama.
Film-film ini memperlihatkan orang Indonesia di tengah dunia, dengan bahasa, makanan, dan rindu yang ikut terbawa. Menariknya, cerita mereka hampir selalu berakhir dengan pertanyaan tentang pulang.
Membaca ElshaFilm seperti blog
ElshaFilm mempertahankan tiga kebiasaan blog. Pertama, label: tiap catatan punya satu label utama, dan menekan label itu membuka semua catatan sejenis. Kedua, ringkasan: tiap kartu memperlihatkan awal sinopsis, dan sisanya menunggu di halaman film.
Ketiga, arsip: enam label tahun bekerja seperti arsip bulanan sebuah blog, hanya saja rentangnya tahunan. Pembaca yang datang untuk satu film sering pulang setelah menelusuri seluruh label, dan itulah maksudnya.
Yang berbeda dari blog lama adalah tujuannya. Tiap halaman film di sini berakhir dengan tombol Tonton sekarang menuju layanan resmi, sehingga catatan yang Anda baca membawa Anda kepada film yang sah dan pembuatnya mendapat haknya.
Tokoh perempuan yang memimpin cerita
Membaca arsip ini, terlihat betapa sering film Indonesia dipimpin tokoh perempuan. Sherina kecil mengalahkan penculik dengan akal dan nyali pada tahun 2000, dan kembali sebagai jurnalis pada 2023. Cinta dalam Ada Apa dengan Cinta? adalah pemimpin gengnya, redaktur majalah dinding, dan pemilik keputusan atas hatinya sendiri.
Kartini memperjuangkan sekolah dari balik tembok pingitan. Aruna dalam Aruna & Lidahnya adalah ahli wabah yang bekerja sambil mencicipi masakan tiap kota. Rara dalam Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan belajar bahwa nilainya lebih besar daripada angka timbangan. Kaluna dalam Home Sweet Loan menghitung tiap rupiah demi rumah impiannya.
Alana dalam Sri Asih mewarisi kekuatan seorang dewi. Dan Fatmawati dalam Sweet 20 membuktikan bahwa perempuan tujuh puluh tahun pun bisa menjadi tokoh utama komedi. Dari anak-anak sampai nenek, dari Jepara abad kesembilan belas sampai Jakarta hari ini: arsip ini adalah galeri perempuan Indonesia di layar.
Para tamu dalam angka
Seratus delapan tamu datang dari rentang yang lebih panjang daripada tuan rumah: dari Mary Poppins tahun 1964 sampai tiga film berangka tahun 2026. Sepuluh di antaranya mencatat rating 8,0 atau lebih, dipimpin Voicemails for Isabelle dengan 8,3.
Menurut rata-rata rating, urutan enam label tamu adalah drama dengan 7,30, petualangan dengan 7,17, romantis dengan 6,81, komedi sampai 2010 dengan 6,74, lalu komedi sejak 2011 serta keluarga dan fantasi yang sama-sama mencatat 6,67.
Menurut durasi, label petualangan paling panjang dengan rata-rata 114 menit, dan label romantis paling ringkas dengan 104 menit. Bandingkan dengan film tuan rumah: label Indonesia 2019 mencatat rata-rata 121 menit, lebih panjang daripada label tamu mana pun. Film kita senang berlama-lama, dan penontonnya rela.
Film dari tahun pentingmu
Satu permainan kecil untuk pembaca arsip: carilah film Indonesia dari tahun yang penting bagi Anda. Tahun masuk sekolah, tahun lulus, tahun mulai bekerja, atau tahun anak pertama lahir.
Bila tahun itu 2002, catatannya Ada Apa dengan Cinta?. Bila 2008, Laskar Pelangi. Bila 2012, pilih antara 5 cm dan Negeri 5 Menara. Bila 2016, ada empat pilihan, dan bila 2019, delapan. Bila 2024, Home Sweet Loan.
Film dari tahun penting sering membawa pulang lebih dari ceritanya sendiri: lagu yang dulu diputar, model rambut yang dulu digemari, dan teman-teman yang dulu duduk di sebelah Anda di bioskop. Itulah sebabnya ElshaFilm menyusun film Indonesia menurut tahun. Sebuah film nasional selalu juga catatan tentang tahun ketika kita menontonnya.
Catatan untuk tahun-tahun berikutnya
Arsip ini berhenti pada 2026, tetapi arah grafiknya jelas. Rata-rata rating naik dari label ke label, ragam genre melebar, dan kamera makin jauh meninggalkan ibu kota. Animasi sudah punya satu wakil, film jagoan punya dua, dan film anak kembali setelah lama absen.
Harapan kami sederhana: makin banyak label, makin sedikit tahun kosong. Tiap film Indonesia yang baik akan mendapat satu catatan di sini, dengan poster di kiri, tiga baris sinopsis di kanan, dan label tahunnya sendiri.
Cara kami menulis catatan
Catatan di ElshaFilm mengikuti tiga pegangan. Pertama, sinopsis memperkenalkan cerita dan berhenti sebelum kejutan. Anda akan tahu siapa tokohnya dan apa persoalannya, sedangkan akhir cerita tetap milik Anda.
Kedua, bahasanya bahasa Indonesia sehari-hari yang rapi. Nama tokoh ditulis seperti di film, nama tempat ditulis seperti di peta, dan istilah asing dipakai seperlunya.
Ketiga, tiap catatan mencantumkan data yang bisa diperiksa: tahun, durasi, genre utama, pemeran, dan sutradara. Dengan data itu Anda bisa menelusuri arsip menurut nama, misalnya mengikuti seorang sutradara dari label ke label.
Cara membaca rating di kartu
Angka berbintang pada pita di bawah poster adalah rata-rata penilaian penonton dalam skala sepuluh. Angka itu berguna sebagai penunjuk arah, dengan dua catatan kecil.
Catatan pertama: jumlah penilai film Indonesia biasanya lebih sedikit daripada film Hollywood, sehingga ratingnya lebih mudah bergerak. Film berating 8,0 dengan penilai setia tetap layak ditonton, dan film berating 6,5 bisa saja menjadi kesayangan Anda.
Catatan kedua: komedi dan film liburan hampir selalu dinilai lebih rendah daripada drama, di negeri mana pun. Rating 6,8 untuk sebuah komedi adalah nilai yang baik. Bandingkan film dengan saudara segenrenya, dan kartu-kartu ini akan lebih banyak bercerita.
Karena itu ElshaFilm menampilkan rating apa adanya dan menyandingkannya dengan tiga baris sinopsis. Angka memberi tahu seberapa disukai, kalimat memberi tahu mengapa Anda mungkin menyukainya.
Lima langkah untuk kunjungan pertama
Langkah pertama: lihat awan label di beranda dan pilih satu label, biru tua untuk film Indonesia atau biru muda untuk tamu. Langkah kedua: tekan label itu. Empat catatan teratasnya terbuka.
Langkah ketiga: baca tiga baris sinopsis di kartu, lalu tekan catatan yang menarik. Langkah keempat: baca sinopsis lengkap dan lihat pemerannya. Langkah kelima: pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang untuk melihat layanan yang menayangkannya secara resmi.
Seluruh proses memakan waktu sekitar dua menit. Uraian tiap langkah, lengkap dengan saran film pembuka dari tiap label, ada di Mulai di ElshaFilm.
Yang dijaga ElshaFilm
Film Indonesia selalu di depan: di awan label, di urutan catatan, dan di panduan ini. Tiap film memakai tepat satu label utama, sehingga dua belas label itu bersih dari tumpang-tindih dan jumlahnya selalu 155. Angka di halaman ini dihitung dari katalog itu sendiri.
Sinopsis ditulis dalam bahasa Indonesia yang wajar. Rating adalah rata-rata penilaian penonton dan ditampilkan apa adanya, yang tinggi maupun yang rendah. Tombol Tonton sekarang selalu mengarah ke halaman pencarian layanan resmi.
Dan bentuk blog ini akan tetap sederhana: satu film, satu catatan, satu label.
Pertanyaan yang sering diajukan
Jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering datang ada di bawah ini. Versi panjangnya ada di halaman Tanya jawab.
Satu catatan lagi
Dua puluh enam tahun lalu, seorang gadis kecil bernyanyi di kebun teh dan membuat orang kembali antre di depan loket. Hari ini film Indonesia mengisi daftar terlaris tiap tahun, memenangkan hati penonton di negeri tetangga, dan mencatat rating tertinggi di arsip ini. Perjalanan itu layak dicatat, satu film demi satu film.
Pilih satu label tahun malam ini. Besok pilih yang lain, lalu undang seorang tamu. Dan bila sebuah film Indonesia membuat Anda tertawa lalu menangis dalam dua jam yang sama, tulislah satu kalimat tentangnya. Begitulah ElshaFilm bermula. Selamat membaca, dan selamat menonton.
Pertanyaan
Apa itu ElshaFilm?
ElshaFilm adalah catatan film berbahasa Indonesia yang mendahulukan film nasional. Katalognya memuat 47 film Indonesia dalam enam label tahun dan 108 film mancanegara, yang disebut tamu, dalam enam label genre.
Mengapa film Indonesia didahulukan?
Karena ElshaFilm lahir sebagai catatan film Indonesia, dan karena film nasional di katalog ini mencatat rata-rata rating 7,23, lebih tinggi daripada rata-rata 6,94 milik film tamu.
Di mana saya bisa menonton filmnya?
Buka halaman film, pilih negara Anda di bagian Tempat menonton, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman judul itu terbuka di JustWatch dengan daftar layanan resmi yang menyediakannya.
Film Indonesia mana yang ratingnya tertinggi?
Jatuh Cinta Seperti di Film-Film dengan 8,8, disusul 1 Kakak 7 Ponakan dengan 8,4 dan Home Sweet Loan dengan 8,1. Seluruhnya ada tujuh film Indonesia berating 8,0 ke atas.
Label tahun mana yang paling baik?
Film Indonesia 2023 sampai 2026, dengan rata-rata rating 7,91. Empat dari delapan filmnya mencatat 8,0 atau lebih.
Siapa sutradara yang paling banyak filmnya di sini?
Riri Riza dengan tujuh film, disusul Ernest Prakasa dengan lima film, lalu Yandy Laurens dan Angga Dwimas Sasongko dengan masing-masing empat film.
Apa itu label tamu?
Label tamu memuat film mancanegara menurut genre utamanya: dua label komedi, drama, romantis, petualangan, serta keluarga dan fantasi. Label drama adalah yang terbesar, dengan 26 film.
Bisakah ElshaFilm dibuka di ponsel?
Bisa. Kartu catatan tersusun satu kolom seperti blog, awan label tetap di atas, dan menu ringkas terbuka dari tombol di sudut atas.
Bagaimana cara menyimpan film?
Tekan tombol Daftar Saya di halaman film. Daftar tersimpan di peramban Anda dan bisa dibuka kapan saja dari menu atas.
Apakah ElshaFilm menyediakan berkas film?
ElshaFilm adalah panduan. Halamannya memuat catatan dan keterangan film, dan tombol Tonton sekarang mengantar Anda ke layanan resmi yang menayangkannya.